Sejarah Tangerang (17): Detik-Detik Akhir Belanda di Tangerang; Minta Bantuan Doa Pribumi, Takut Akan Kehadiran Jepang
*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini
Hampir 3 abad keberadaan Belanda pada Tangerang sejak era VOC wajib berakhir dalam tahun 1942. Harta benda yg mereka miliki (termasuk penduduk!) mereka anggap telah hilang sia-sia. Sebelum itu seluruh lenyap, kabar-warta akan adanya pencaplokan Jepang ke Hindia Belanda makin hari makin menyeramkan jiwa
![]() |
| Dolf en Jou (Bataviaasch nieuwsblad, 04-03-1942) |
Lantas seperti apa kejadian-kejadian yang ada di Tangerang jelang dan hingga pada tanggal 04-03-1942? Inilah fase paling menegangkan bagi orang-orang Belanda di Tangerang. Bahkan lebih menegangkan jika dibandingkan jelang pendudukan Prancis tahun 1795 dan jelang pendudukan Inggris tahun 1811. Pada tahun 1942 yang akan menyerang bukan Prancis atau Inggris, tetapi Jepang (yang bersekutu dengan Jerman). Mari kita telusuri surat kabar Bataviaasch nieuwsblad dari tanggal 04-03-1942 hitung mundur beberapa bulan ke belakang.
Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.
Orang Belanda Ikut Perayaan Idul Fitri Minta Didoakan Ratu dan Keselamatan Hindia Belanda Semoga Terjaga
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





Tidak ada komentar:
Posting Komentar