Sejarah Jakarta (98): Sejarah Simpruk dan Adnan Buyung Nasution, 1970; Kampong Tua di Selatan Kampong Petunduan (1903)
*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Jakarta pada blog ini Klik Disini
Nama Simpruk bukanlah nama kampong baru, namun termasuk nama kampong tua di Jakarta. Meski secara geografis sangat dekat menggunakan kampong Petoedoean (kini sebagai Stadion GBK), kampong Simproek justru masuk wilayah land Simplicitas (Pondok Laboe). Penduduk kampong Simproek akhirnya digusur tahun 1970 sehubungan menggunakan pembangunan perumahan elit pada Simproek.
![]() |
| Kampong Simproek (Peta 1903) |
Masalah pengggusuran merupakan satu hal. Hal lain yg penting mengenai kampong Simpruk adalah contohnya apa sejarahnya. Yang jelas orang sekarang hanya mengetahui pada Simpruk masih ada perumahan elit. Namun sejarah Simpruk adalah kisah kampong Simpruk sebelum menjadi perumahan elit yang kini . Sejarah itulah yang belum pernah ditulis. Untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri asal-berasal tempo doeloe.
Sumber utama yang digunakan pada artikel ini merupakan ?Sumber utama? Seperti surat kabar sejaman, foto
Kampong Simproek di Land Simplicitas
Sebelum ada nama kampong Pondok Indah, jauh di masa lampau sudah eksis nama kampong Pondok Pinang dan kampong Simproek. Kampong Pondok Indah bukan wilayah land Pondok Pinang. Sebab kampong Pondok Indah dan kampong Simproek awalnya termasuk land Simplicitas (kelak Simplicitas dimekarkan dengan membentuk land Pondok Laboe). Namun belakangan kampong Simproek diintegrasikan dengan land Grogol (land Grogol Oedik).
![]() |
| Daftar land di District Kebajoran (1870) |
Kampong Simproek tetaplah sebuah nama kampong, tidak pernah menjadi nama land. Kampong Simproek pada sensus penduduk 1865 termasuk di dalam land Grogol (belum dimekarkan menjadi Grogol Oedik dan Grogol Ilir).
Tunggu deskripsi lengkapnya
Kampong Simproek: Digusur 1970 Dibela Adnan Buyung Nasution, SH
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






Tidak ada komentar:
Posting Komentar