Sejarah Sukabumi (28): Sejarah Pegadaian di Soekaboemi dan Hari Jadi Pegadaian 1 April 1901; Bank van Leening dan Pandhuis
*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Kota Sukabumi pada blog ini Klik Disini
PT Pegadaian, suatu BUMN menetapkan hari jadi (hari lahir) pada tanggal 1 April 1901. Pada masa ini setiap tanggal 1 April diperingati sebagai hari jadi. Tentu saja tanggal ini sangat penting bagi Sukabumi, karena paripurna pada lepas 1 April 1901 di Soekaboemi dilakukan percobaan (kantor) pegadaian (pandhuis) yg dikelola sang pemerintah.
.
![]() |
| Hari Jadi Pegadaian 1 April 1901 di Soekaboemi |
Lantas mengapa pemerintah membuat percobaan (kantor) pegadaian? Dan mengapa tempat yang dipilih di Soekaboemi? Sudah barang tentu pertanyaan-pertanyaan ini telah terlewatkan. Namun pertanyaan-pertanyaan ini haruslah dipandang penting. Sebab sangat jarang terjadi di era Hindia Belanda suatu peristiwa penting dimulai di daerah, yang dalam hal ini kota kecil Soekaboemi. Untuk menambah pengetahuan kita mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Bank van Leening
Pada tahun 1740 terjadi peristiwa besar di Batavia. Terjadi kerusuhan yang dipicu oleh sejumlah orang Tionghoa. Gubernur Jenderal VOC mengambil langkah tak lazim memberangus para pemberontak. Sekitar 10.000 orang Tionghoa mati terbunuh (lihat Oprechte Haerlemsche courant, 15-07-1741). Sejak kejadian ini, sejak Gubernur Jenderal van Imhoff muncul beberapa hal baru diantaranya terbitnya surat kabar pertama dan bank pertama. Surat kabar tersebut diberi nama Bataviaasche Nouvelles, terbit petama tahun 1744 namun surat kabar ini kemudian berhenti.
Surat kabar Bataviaasche Nouvelles terbit kembali pada tahun 1755 (lihat Middelburgsche courant, 01-11-1766). Bataviasche Nouvelles yang beroperasi selama 60 tahun masih sempat nongol pada tahun 1820 seperti dilansir surat kabar Leydse courant eedisi 09-04-1821.
Sedangkan bank pertama tersebut diberi nama Bataviasche Bank van Leening. Bank ini diputuskan pendiriannya dalam satu rapat Raad van Indie yang diadakan pada tanggal 26 Agustus 1746. Orang yang sangat berperan dalam upaya pendirian bank ini, selain Gubenur Jenderal van Imhoff adalah Jacob Mossel. Namun bank ini tampaknya baru terealisasi empat tahun kemudian (lihat Daghregister 10 Maret 1750).
![]() |
| Buku Sejarah Bank van Leening 1746-1794 |
Staatreekening bank ini diumumkan pada tahun 1751 (lihat Daghregister 24 September 1751). Pada tanggal 1 November 1750, Jacob Mossel diangkat menjadi gubernur jenderal (menggantikan van Imhoff). Ringkasan singkat rekening negara (staatreekening) dari Bank van Leening diumumkan setahun kemudian (lihat Daghregister 15 September 1752).
Pawnshop, Pandjeshuis dan Pandhuis
Seperti yang disebutkan di atas, Inggris mengambil kekuasaan di Hindia pada tahun 1811. Pemerintah Pendudukan Inngris membubarkan Bank Van Leening. Sebagai penggantinya Pemerintah Pendudukan Inggris memberikan kesempatan kepada publik untuk mendirikan usaha pegadaian (pawnshop) dengan persetujuan pemerintah daerah (yang dalam hal ini Residen). Dalam perkembangannya Pemerintah Pendudukan Inggris membuat kebijakan baru yang mana pegadaiaan disewakan kepada penawar harga tertinggi (pacht).
Pada tempat tertentu akan didirikan pegadaian, pemerintah menawarkan kepada publik untuk mengelola dengan membayar sewa per tahun (semacam pajak). Sistem penyewaan ini (pacht) umum diberlakukan seperti rumah opium.
Pada saat kembali Pemerintah Hindia Belanda berkuasa kembali tahun 1816, kebijakan penyewaan (pacht) diteruskan. Keberadaan pegadaian (pandjeshuis) memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan uang tunai dengan perjanjian menjaminkan harta yang dimiliki. Namun aturan, prosedur dan metode penaksiran tidak standar. Juga pengenaan bunga (rent) terhadap pinjaman antara satu pegadaian dengan pegadaian berbeda-beda. Orang-orang kaya Tionghoa banyak yang mendapat hak sewa (pacht) ini.
![]() |
| Javasche courant, 03-11-1831 |
Pada tahun 1869 Kerajaan Belanda mengeluarkan beslit terhadap kebijakan pegadaian di Hindia Belanda (lihat Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 20-10-1869). Satu butir penting dari kebijakan baru ini adalah pembebasan sewa (pacht) kepada pengusaha pegadaian yang memberi pinjaman ke publik di bawah f100 (pegadaian-pegadaian kecil). Dalam kebijakan ini juga mulai diatus perihal perjanjian antara pegadaian dengan nasabah dan penetapan tingkat bunga. Kebijakan pemghapusan sewa ini diberlakukan sejak 1 Januari 1870. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dari kebijakan baru tentang Pegadaian atau Bank van Leeining ini diumumkan ke publik secara lokal melalui papan pengumuman dalam bahasa Belanda, bahsa Cina dan bahasa pribumi. Jam buka pegadaian ditetapkan pada hari kerja dimana rumah pegadaian tutup setelah matahari terbenam sampai matahari terbit.
![]() |
| Java-bode voor Nederlandsch-Indie, 20-10-1869 |
Pandhuis Pemerintah di Soekaboemi
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com








Tidak ada komentar:
Posting Komentar