Sejarah Sukabumi (24): Nama-Nama Jalan di Sukabumi Tempo Dulu; Wilhelmina Straat Kini Menjadi Jalan RE Martadinata
*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Sukabumi pada blog ini Klik Disini
Penabalan nama jalan pada dasarnya buat menaruh kemudahan navigasi di pada kota. Dengan semakin banyaknya jalan yang terbentuk atau yg ditingkatkan maka bantuan gratis nama jalan semakin diperlukan. Itulah yg terjadi di kota-kota dalam tempo doeloe, termasuk pada Kota Soekaboemi. Jalan yg pertama dibangun pada Kota Sukabumi bukanlah jalan pos (post-weg), tetapi jalan yg dirintis sang Andries de Wilde. Pada era dimulainya status Soekaboemi sebagai Gemeente (Kota) pada tahun 1914 jalan tersebut diberi nama Wilhelmina Straat. Kini, nama jalan tersebut dikenal menjadi jalan RE Martadinata.
![]() |
| Wilhelmina straat, 1910 |
Pada masa ini pada Kota Sukabumi masih ada ratusan nama jalan. Itu seluruh bermula berdasarkan beberapa nama jalan pada masa lampau. Pada tahun 1950 sejumlah nama jalan yg sudah masih ada sejak era kolonial Belanda sudah diubah namanya dengan nama baru termasuk Wilhelmina Straat. Beberapa nama jalan permanen dipertahankan--sejak era kolonial Belanda sampai ini hari--iantaranya nama jalan Pelabuhan.
Sumber primer yang dipakai dalam artikel ini merupakan ?Sumber primer? Misalnya surat liputan sejaman, foto
Nama Jalan Pertama
Hotel pertama yang dibangun di Soekaboemi adalah Hote; Ploem. Hotel ini mulai dioperasikan pada tahun 1882 (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 02-06-1882). Jalan yang di depan hotel inilah yang kemudian disebut jalan Wilhelmina straat. Nama jalan Wilhelmina straat paling tidak sudah dikenal pada tahun 1899 (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 10-05-1899). Tidak lama setelah ada Hotel Ploem dibangun hotel baru yang disebut Hotel Victoria. Jalan yang berada di depan Hotel Victoria ini kemudian disebut jalan Victoria (Victoriaweg).
Pada tahun 1870 status Controleur di Soekaboemi ditingkatkan menjadi Asisten Residen. Tidak jauh dari pertemuan jalan Wilhelmina straat dan jalan Victoria ini ke arah Selabatoe dibangun rumah Asisten Residen. Jalan yang di depan rumah Asisten Residen ini kemudian disebut jalan Selabatoe (Selabatoe weg). Area di sekitar pertemuan tiga jalan inilah sejak awal telah terbentuk area pemukiman Eropa/Belanda.
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





Tidak ada komentar:
Posting Komentar