Sejarah Bogor (61): Sejarah Cigombong di Land Srogol; Sungai Tjiletoeh Dibendung Kini Menjadi Danau Tjigombong (LIDO)
*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bogor pada blog ini Klik Disini
Wilayah perbatasan adakalanya dilihat sebelah mata
![]() |
| [Tji]gombong (Peta 1901) |
Sebagaai wilayah perbatasan, apakah Cigombong memiliki sejarah? Seperti halnya Jasinga dan Cisarua, sejarah Cigombong sangat mempesona. Banyak situs penting di Cigombong. Kampung Tjigombong sejak tempo doeloe dilalui jalan besar; juga dilalui jalur kereta api dengan stasion pemberhetian; dan kawasan Tjigombong adalah kawasan perkebunan. Tentu saja tidak hanya itu, di kampong Tjigombong tempo doeloe sungai Tjiletoeh dibendung yang kemudian menjadi danau Tjigombong (Lido). Untuk itu dan untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
![]() |
| Cigombong (Now) |
Nama Kampong Tjigombong di Land Srogol
Kampong Gombong di sungai Tjigombong. Dalam penulisan oleh orang Eropa-Belanda tidak menulisnya dengan kampong Tjigombong. Sungai Tjigombong bermuara ke sungai Tjisadane di arah utara (hilir) kampong Gombong. Mengapa disebut kampong Gombong? Lantas mengapa ada nama-nama kampong di dekatnya seperti kampong Srogol, kampong Tangkil, kampong Tengek dan kampong Tapos.
Setelah tahun 1701, selain benteng Padjadjaran di hulu sungai Tjiliwong (areanya di Istana Bogor yang sekarang), VOC membangun sejumlah benteng baru di wilayah hulu seperti benteng Tjiampea (1710), benteng Tandjoeng Poera (Karawang) dan benteng Goenoeng Parang (Soekaboemi) yang didukung oleh sejumlah pos militer di Bantar Pete (kemudian dipindahkan ke Gadok), Tjisaroea (1715), Tjipanas dan Tjitjoeroek serta Djasinga. Benteng-benteng dan pos-pos militer ini dijaga oleh pasukan pribumi pendukung militer VOC yang dipimpin oleh Kopraal atau Sergenat Eropa-Belanda.
![]() |
| Batas Buitenzorg-Tjiandjoer (Peta 1840) |
Para penjaga benteng dan pos militer, untuk mendukung kehidupan mereka (di luar gaji) umumnya mereka bertani dengan membuka lahan di area-area yang masih belum berpenghuni. Setelah pensiun banyak diantara mereka tidak kembali dan menetap atau lahan-lahan yang sudah dibuka dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Nama kampong Gombong diduga adalah salah satu kampong eks pendukung militer VOC.
![]() |
| Land-land di perbatasan Buitenzorg |
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com








Tidak ada komentar:
Posting Komentar