Sejarah Bogor (33): Sejarah Kampong Batu Tulis, Batu Bertulis di Buitenzorg; Kampong Batu Tumbuh di Land Tjilintjing, Batavia
*Untuk melihat seluruh artikel Sejarah Bogor dalam blog ini Klik Disini
Batutulis, nama keluruhan pada kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor memang sekarang berada di pinggir Kota Bogor, tetapi tempo doeloe justru berada pada cenrum peradaban (kerajaan Pakwan-Padjadjaran). Ibarat Tugu Kujang dalam masa ini, tempo doeloe di Kerajaan Pakwan-Padjadjaran terdapat tugu bertulis pada tengah kota. Tugu ini kemudian disebut penduduk menjadi Batoetoelis (yg menjadi dari-usul nama kelurahan Batutulis). Kampong Batoetoelis, bukan hanya sekadar mengenai batu bertulis, namun lebih berdasarkan itu.
![]() |
| Batu Tulis di Bogor, Batu Tumbuh di Jakarta |
Lantas apakah sejarah Kampong Batoe Toelis pernah ditulis? Tampaknya hanya ditulis sejarah tentang batu bertulis di Batoe Toelis. Tidak terdapat yg pernah menulis sejarah kampong
Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.
Awal Kota Bogor : Asal Usul Nama Kampong Batoetoelis
Nama kampong yang merujuk pada batu cukup banyak dan ditemukan di Sumatra khususnya di wilayah Tapanoeli. Nama kampong Batoe Toelis merujuk pada batu bertulis. Batu bertulis ditemukan di sejumlah tempat yang disarikan oleh seorang ahli arsip terkenal A van der Chijs yang dimuat di dalam risalahnya tahun 1879 berjudul Register op de notulen der vergaderingen van het Bataviaasch genootschap van kunsten en wetenschappen over de jaren 1867 t/m 1878 seperti di Buitenzorg, Tasikmalaja, Soerabaja, Pasoeroean, Bagelan, Djogjakarta, Loboe Toea (Baros), Sanggow dan sebagainya. Namun batu tulis apalagi dijadikan nama kampong, nama kampong Batoe Toelis di Buitenzorg yang paling terkenal.
![]() |
| Batu bertulis di kampong Batoe Toelis (lukisan Josh Rach, 1770) |
Kapan bermula nama kampong disebut Batoe Toelis di Buitenzorg tidak diketahui secara pasti. Paling tidak nama kampong Batoe Toelis sudah eksis ketika Josh Rach berkunjung ke Buitenzorg pada tahun 1770 dan mengabadikan dalam lukisannya suatu batu bertulis di suatu kampong yang disebut kampong Batoe Toelis. Dari lukisan ini terkesan bahwa batu bertulis tersebut di Buitaenzorg telah dirawat dengan baik dalam satu pagar. Saat itu Buitenzoeg sudah sangat terkenal sejak van Imhoff pada tahun 1745 membangun villa (kini Istana Bogor). Lukisan Josh Rach tersebut juga mengindikasikan batu bertulis di kampong Batoe Toelis, Buitenzorg sudah menjadi salah satu situs tujuan wisata.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Kampong Batoetoelis di Land Soekasari, Buitenzorg
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






Tidak ada komentar:
Posting Komentar